Sejarah Palangkaraya

· Uncategorized
Penulis

Sampai Tahun 1957
Kampung Pahandut
terdiri dari dukuh-dukuh (desa-desa) : Pahandut, Kereng, Petuk Ketimpun,
Hampapak, Tumbang Rungan, Jekan, Marang dan Tahai. Di kampung Pahandut
terdapat 20 (dua puluh) keluarga besar yaitu : H.S. Tundjan (Demang Kepala
Adat), Ngabe Soekah, Manan Tuan, Inin Garang, Kosong (Bapak Umbuk), Alas
(Bapak Suray), Dulrahman, W. Dean Masal, Abdul Inin (Kepala Kampung),
Untung Tanduh, Stefanus Rasad, Timing Tarif, Bayau Ranju dan Buntit
Soekah. Sementara 6 (enam) keluarga besar yang lain terdapat di Kampung
Jekan, yaitu : Taur Angin, Mayor, Herber Rasad, Engkak Tingang, Julie Tuwe
dan Marsui Taur.

Pada daerah kampung
Jekan (sekarang Kantor DPRD Propinsi Kalimantan Tengah) dipergunakan
sebagai Training Camp Tentara Revolusi dari kesatuan Angkatan Laut
RI (ALRI) Divisi IV dalam rangka mempertahankan kemerdekaan
Tanggal 17 Juli 1957

jam 10.00 wib (ada yang menyebut Jam 10.17 wib) diresmikan dimulainya pembangunan Kota Palangka Raya sebagai ibukota Propinsi Kalimantan Tengah oleh Presiden RI.

Tahun 1958-1959

Tanggal 28 November 1958,  kunjungan PM. Ir. JUANDA beserta pejabat-pejabat tinggi negara yang
lain ke Kota Palangka Raya dalam rangka menghadiri Konperensi Dinas
Pembangunan Daerah Kalimantan Tengah. Pada kesempatan tersebut dibacakan
PIAGAM PALANGKA RAYA.

Tanggal 17 Agustus
1959, Pembukaan Sekolah Menengah Atas Negeri Palangka Raya (sekarang SMU I
Palangka Raya)

Tanggal 8 September
1959, kunjungan kedua Presiden Republik Indonesia di Palangka Raya.

Tanggal 22 Desember
1959, Pemindahan kedudukan Pemerintah Daerah Kalimantan Tengah dari
Banjarmasin ke Palangka Raya melalui Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor
: 52/12/2206

Tanggal 23 Desember
1959, Pelantikan Tjilik Riwut sebagai Gubernur Kepala Daerah Kalimantan
Tengah oleh Menteri Dalam Negeri. Sebelum itu, Tjilik Riwut adalah Pejabat
Gubernur menggantikan RTA. Milono yang pindah ke Jawa Timur.

Kantor PU seksi
Pengairan dan Kantor Kecamatan Pahandut dibangun beserta perumahan pegawai
sebanyak 20 (dua puluh buah).

Jalan setapak dari
Pahandut ke tempat pemancangan tiang pertama (Jl. S. Parman) dirintis
untuk dapat dilewati oleh kendaraan. Masyarakat juga mulai bergotong
royong untuk membuka dan membangun lapangan terbang Panarung (sekarang
Bandara Tjilik Riwut).

Kantor Gubernur mulai
dibangun menghadap ke monumen pemancangan tiang pertama (sekarang kantor
tersebut digunakan oleh DPRD Propinsi Kalimantan Tengah). Kantor-kantor
yang lain juga mulai dikerjakan seperti Kantor PU (berdampingan dengan
Kantor Gubernur), Kantor Kesehatan, Kantor Sosial, Kantor Agraria dan
Kantor PPK.

Rumah pegawai dalam
proyek PCPR di daerah perkantoran pemerintah sudah selesai yaitu perumahan
yang terletak di Jalan Jendral Sudirman, Jalan Sutanegara dan Jalan Gadjah
Mada di dalam komplek Palangka Tengah.

Tahun 1960

Sejak 1 Januari 1960, Kota
Palangka Raya secara resmi telah  berfungsi efektif sebagai Ibukota
Pemerintah Daerah Propinsi Kalimantan Tengah.

Upacara Adat MANYANGGAR
KOTA PALANGKA RAYA dilaksanakan tanggal 11 Mei 1960. Upacara ritual
tradisional suku Dayak ini dimaksudkan agar dalam pelaksanaan pembangunan
Kota Palangka Raya dapat terhindar dari malapetaka.

Tanggal 29 September 1960, dibuka secara resmi dan telah berfungsi hubungan komunikasi telepon,
untuk memperlancar koordinasi antar instansi Pemerintah se Kota Palangka
Raya.

Tahun 1961


Tanggal 1 Januari 1961,
Gubernur Kepala Daerah Kalimantan Tengah mengeluarkan Instruksi kepada
seluruh Dinas/Jawatan/Instansi  jajaran Pemerintah Daerah Kalimantan
Tengah  agar segera pindah ke Kota Palangka Raya.

Tanggal 23 Januari 1961,
Menteri Perhubungan Laut Ir Abdulmutalib meresmikan berfungsinya pelabuhan
sungai yang diberi nama Pelabuhan RAMBANG di Kota Palangka Raya. Dengan
demikian, lalu lintas keluar masuk Kota Palangka Raya semakin mudah karena
sarana angkutan utama pada waktu itu melalui sungai.
Peresmian pelabuhan ini makin
memperlancar arus transportasi keluar masuk Kota Palangka Raya

Tanggal 15 Pebruari 1961,
Kepolisian Komisariat Kalimantan Tengah dinyatakan pindah dari Banjarmasin
ke Palangka Raya.

Tanggal 16 Juni 1961 di
Palangka Raya berlangsung pembicaraan antara Pemerintah Daerah Kalimantan
Tengah dengan pihak Departemen Pekerjaan Umum dan Tenaga dalam hal ini
Jawatan Tata Kota dan Daerah untuk membahas Pembangunan Kota Palangka Raya
lebih lanjut. Hasil pembicaraan tersebut menyimpulkan bahwa pembangunan
Kota Palangka Raya beralih menjadi Proyek Aktif di bawah  Jawatan
Tata Kota dan Daerah Departemen PUT, tetapi tetap melanjutkan “PCPR”
(Proyek Chusus Palangka Raya). Sebelumnya Pemerintah Daerah Kalimantan
Tengah telah merampungkan Rencana Pendahuluan Pembangunan Kota Palangka
Raya yang pelaksanaannya sampai akhir tahun 1960.

Tanggal 8 Agustus 1961
KODIM/Garnizoen Palangka Raya dibentuk

Konperensi Pemerintah
Daerah Kalimantan Tengah di Palangka Raya dilangsungkan 6 Desember 1961.

Tahun 1962

Tanggal 22 Juli 1962,
Pembukaan Kantor Kejaksaan Pengadilan Negeri Palangka Raya di Palngka
Raya.

Akhir Bulan Nopember 1962,
dilangsungkan Musyawarah Ekonomi dan Pembangunan Daerah Kalimantan Tengah
di Palangka Raya. Musyawarah tersebut dihadiri oleh para pengusaha dan
eksportir.

Tanggal 17 Desember 1962,
Pembuatan Jalan Negara Palangka Raya – Tangkiling telah selesai
dikerjakan. Pembangunan jalan tersebut dimulai dari dua arah yaitu dari
Palangka Raya dan dari Tangkiling. Pekerjaan yang belum selesai dikerjakan
adalah pembuatan saluran air (pengeringan), pembuatan jembatan dan
pengaspalan.

Sampai akhur tahun 1962,
berbagai bangunan, gedung-gedung kantor pemerintah, rumah-rumah
peribadatan, asrama-asrama dan lain-lain  telah selesai dibangun
Jumlah berbagai bangunan yang sudah dibangun tersebut sebanyak
kurang-lebih 500-buah.

Tahun 1963

Pada tanggal 17 s/d 21
September 1963 di Palangka Raya   dilangsungkan Musyawarah Kerja
Pemerintahan Daerah se Kalimantan Tengah.

Bertepatan dengan
peringatan Hari Pahlawan tanggal 10 Nopember 1963, Menteri Perguruan
Tinggi dan Ilmu Pengetahuan (PTIP) mengeluarkan surat keputusan tentang
pendirian Universitas Negeri di Palangka Raya yang diberi nama Universitas
Palangka Raya (UNPAR)

Tanggal 11 Desember 1963,
Universitas Negeri Palangka Raya (UNPAR) satu-satunya universitas negeri
di Propinsi Kalimantan Tengah dibuka oleh Menteri Perguruan Tinggi dan
Ilmu Pengetahuan (Menteri PTIP) Prof Dr Ir Thoyib Hadiwidjaja. Universitas
Palangka Raya meliputi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP),
Fakultas Ekonomi, dan Fakultas  Pertanian dan Kehutanan. Salah
seorang tokoh yang banyak berjasa bagi berdirinya universitas ini adalah
Bapak Timang.

Pada tanggal  16 s/d
20 Desember 1963 di Palangka Raya diselenggarakan Musyawarah Sarjana
Kalimantan Tengah yang pertama, dan  diikuti oleh

±
200-orang peserta.

Tahun 1964

Pada bulan Pebruari 1964,
Kedudukan dan Markas Komando Daerah Militer XI/Tambun Bungai (KODAM XI/TB)
dipimpin Pangdam XI/TB Brigjen TNI Sabirin Muchtar dinyatakan pindah dari
Sampit ke Palangka Raya.

Kantor Bendahara Negara
tanggal 1 April 1964 di buka di Palangka Raya, kantor tersebut sementara
menempati salah satu ruangan pada Gedung Induk Kantor Gubernur Kepala
Daerah Kalimantan Tengah. Dengan dibukanya KBN Palangka Raya tersebut,
pembayaran gaji PNS/ABRI,   pembayaran biaya pembangunan dan
sebagainya semakin lancar dan mudah.

Tanggal 17 Mei 1964, di
Palangka Raya, dilangsungkan Penyerahan Wewenang Pemerintahan Umum Pusat
kepada Pemerintah Daerah Kalimantan Tengah oleh Menteri Dalam Negeri IPIK
GANDAMANA sekaligus menyatakan Penghapusan Wilayah Kewedanaan di
Kalimantan Tengah sebagai pelaksanaan  Undang-Undang Nomor 6 tahun
1963 dan Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 3/MDN/1964.
Penyerahan
wewenang Pemerintahan Umum Pusat oleh Mendagri Ipik Gandamana
kepada
Pemerintah Propinsi Kalimantan Tengah yang diterima oleh Gubernur Tjilik
Riwut

Bertepatan dengan Hari
Ulang Tahun Kodam XI Tambun Bungai pada tanggal 17 Juli 1964,
dilangsungkan upacara peletakan batu pertama pembangunan Markas Kodam XI
Tambun Bungai yang terletak di Km 2,5 Jalan Palangka Raya-Tangkiling
(sekarang Jalan Tjilik Riwut). Upacara tersebut kemudian dilanjutkan
dengan adat pesta MANYANGGAR selama 3 hari 3 malam.

Dimulainya pembangunan dan
pemasangan Studio RRI Palangka Raya pada tanggal 23 Juli 1964 dibawah
pimpinan Ibrahim. Gubernur Kepala Daerah Kalimantan Tengah mengintruksikan
kepada Kepala Dinas Pekerjaan Umum Propinsi Kalimantan Tengah agar
membantu kelancaran pelaksanaan pembangunan/pemasangan Studio RRI Palangka
Raya, agar pada tanggal 17 Agustus 1964 sudah dapat berkumandang diudara.

Siaran Percobaan Studio
RRI Palangka Raya mulai dibuka tanggal 8 Agustus 1964 pada pukul 17.00 s/d
20.00 WITA

Pada tanggal 16 Agustus
1964, Gubernur Kepala Daerah Kalimantan Tengah Tjilik Riwut bersama PANTJA
TUNGGAL Kalimantan Tengah meresmikan pembukaan Studio RRI Palangka Raya
sekaligus pembukaan Siaran Perdana RRI Palangka Raya pada pukul 17.00 WIT
dengan “tune pembukaan siaran” suara LAHAP oleh Gubernur Tjilik Riwut.

Pada tanggal
11 September 1964,
Menteri Penerangan Republik Indonesia di Jakarta meresmikan pembukaan
siaran RRI Studio Palangka Raya bertepatan dengan Hari Radio ke XIX.
Secara bersamaan juga diresmikan RRI Studio Malang.


Tahun
1965

Tanggal 6 Maret 1965,
Rumah Sakit Umum Palangka Raya mendapat tenaga seorang dokter gigi dr Liem
Ho King.

Tanggal 7 April 1965,
masih dalam rangka lanjutan PCPR, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kalimantan
Tengah Setyo Suparno, BRE melaporkan hasil melaksanakan tugas ke Jakarta,
Pemerintah Pusat cq Departemen Pekerjaan Umum dan Tenaga menyetujui untuk
mengeluarkan otoritasi sebesar Rp. 93 juta untuk keperluan pembelian
dan pemasangan tiang listrik di Palangka Raya, pembelian barang dan
perkakas bagi  pelaksanaan pembangunan dalam bentuk 2 (dua) buah
kendaraan roda empat jenis jeep, 2 (dua) buah kendaraan roda dua (sepeda
motor), 2 (dua) buah mesin pompa air untuk instalasi Saluran Air Minum
Palangka Raya dan 500 (lima ratus) zak semen serta alat untuk Saluran Air
Minum Palangka Raya. Barang/alat-alat diangkut dengan kapal PT Labehu
langsung ke Palangka Raya.

Tanggal 27 April 1965,
dibentuk Panitia Peresmian Kotapraja Palangka Raya dituangkan dalam Surat
Keputusan Gubernur Kepala Daerah Kalimantan Tengah Nomor 7/Pem.292-C-2-1.

Minngu pertama bulan Mei,
mesin pemecah batu (“pengunyah”  batu) Proyek Jalan Kalimantan
(Projakal) di Tangkiling telah “bekerja” penuh, sehingga kegiatan
pengaspalan Jalan Negara Palangka Raya – Tangkiling berjalan lebih
lancar/cepat.
Berbagai alat
berat yang digunakan dalam proyek jalan kalimantan (projakal) beratnya
medan membuat
alat berat ini
sangat penting untuk memperlancar pekerjaan
Bulan Mei. Lanjutan
pekerjaan pembuatan lapangan basket dan pekerjaan pemagaran keliling
Stadion Sanaman Mantikei terus dipercepat pelaksanaannya, antara lain
sebagai persiapan menghadapi peresmian Kotapraja Palangka Raya.

Tanggal 27 Mei 1965,
Rombongan Anggota DPA-RI dipimpin oleh Ibu Emma Puradiredja tiba di
Palangka Raya. Selain Palangka Raya, Tim DPA-RI juga mengunjungi Kuala
Kurun dan Tewah, Kabupaten Administratif Gunung Mas serta Kuala Kapuas
ibukota Kabupaten Kapuas. Dalam rombongan itu disertai Wartawan/Reporter
RRI Pusat Jakarta, Wartawan LKBN ANTARA dan 6-orang Seniman/Artis Ibukota
diantaranya Lilis Suryani dan Adi Mulya.

Pada bulan Juni, baik
Pemerintah Propinsi maupun Pemerintah Kotapraja Administratif Palangka
Raya melakukan berbagai persiapan menyambut peresmian Kotapraja Otonom
Palangka Raya. Diantaranya adalah  pembangunan berbagai fasilitas yang
akan dipergunakan  menjelang dan pada saat  peresmian Kotapraja Otonom
Palangka Raya pada tanggal 17 Juni 1965.

Tanggal 17 Juni 1965,
peresmian Kotapraja Palangka Raya oleh Menteri Dalam Negeri R.I. Dr.
Soemarno Sosroatmodjo yang dilanjutkan dengan Pawai keliling kota dan
Pasar Malam selama 5 malam berturut-turut.

DPRD-GR Kotapraja Palangka
Raya diresmikan pada tanggal 23 Juli 1965 dan mulai proses penjaringan
calon Walikota Kepala Daerah Kotapraja Palangka Raya.

Tanggal 7 Agustus 1965,
Menteri Pekerjaan Umum dan Tenaga Mayjen TNI D. Soeprayogi, meletakan batu
pertama Pembanguan Gedung Induk Kesenian BALAI ANTANG berlokasi disebelah
barat  Bundaran Besar/Muara Jalan Sukarno-Hatta. Lokasi pembangunan
tersebut sekarang terletak di Komplek Badan Penelitian dan Pengembangan
Propinsi Kalimantan Tengah. Namun rencana pembangunan gedung kesenian
tersebut tidak dilanjutkan sampai sekarang.

Tanggal 12 September 1965, pukul 10.00 WITA Menteri Urusan Veteran Mayjen TNI M. Sarbini meletakan
batu pertama pembangunan Gedung LVRI Kalimantan Tengah, lokasi pinggir
Selatan Jalan Sukarno-Hatta (sekarang Jalan Yos Sudarso). Kini lokasi itu
ditempati/areal komplek Stasiun Relay TV-RI Palangka Raya.

Menteri/Panglima Angkatan
Darat Letjen TNI A. Yani memimpin Rombongan Komando Tertinggi (KOTI G.V)
berkunjung ke Palangka Raya, pada tanggal 14 September 1965.

Tanggal 18 September 1965, Janti Saconk dilantik sebagai Walikota Kepala Daerah Kotapraja Palangka
Raya yang pertama, oleh Gubernur Tjilik Riwut atas nama Menteri Dalam
Negeri R.I.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: