PEMOGRAMAN PASCAL

· Uncategorized
Penulis

Sebuah program Pascal berisi kepala program, anak kalimat uses (tidak
harus ada), serta blok pengumuman dan pernyataan. Kepala program
menunjukkan nama program. Anak kalimat uses menggunakan unit-unit
yang dipakai oleh program tersebut. Bagian terakhir merupakan blok
yang berisi pengumuman san pernyataan yang akan dijalankan.
Setiap program Pascal mempunyai susunan sebagai berikut:
Program Nama_Program;
uses
. . .  {Unit-unit yang dipakai} ;
label
. . .  {label-label yang dipakai } ;
const
. . .  {pengumuman tetapan-tetapan} ;
type
. . .  { pengumuman tipe-tipe data };
S Modul 1  – Struktur Dasar Bahasa Pascal   1-6
var
. . .  { pengumuman peubah-peubah };

procedure Nama_Prosedur;
begin
. . .
end;

Function Nama_Fungsi;
begin
. . .
end;

{  Program utama   }
begin
. . .
end.
Unsur aturan penulisan dasar—disebut token—akan digabung
membentuk ungkapan  (expressions), pengumuman  (declarations), dan
pernyataan (statements). Pernyataan menggambarkan tindakan algoritma
yang dapat dijalankan dalam program. Setiap ungkapan adalah sebuah
aturan kesatuan aturan penulisan yang terdapat dalam pernyataan dan
menunjukkan sebuah nilai. Setiap ungkapan terdiri dari  operator dan
operand.
Sedangkan pengumuman menegaskan sebuah pengenal  (identifier)
yang dapat digunakan pada ungkapan atau  pernyataan, dan bila
diperlukan memesan tempat pada pengingat untuk pengenal tersebut.

Percobaan
Salinlah program berikut ini :
program P0101;
{  program untuk menampilkan data diri  }
uses Crt;
var
nama, alamat,hobby: string;
{  program utama  }
begin
Writeln(‘   Program Penampil Data Diri ‘);
A *  2 + 5
operator
expression
s
operand Modul 1  – Struktur Dasar Bahasa Pascal   1-7
Writeln(‘********************************’);
Write(‘Masukkan Nama   : ‘);
Readln(nama);
Write(‘Masukkan Alamat : ‘);
Readln(alamat);
Write(‘Masukkan Hobby  : ‘);
Readln(hobby);
Writeln;
Writeln(‘Hallo ‘,nama,’ !!! kamu tinggal di ‘,
alamat, ‘ dan Hobbymu adalah ‘,hobby);
Readln;
end.
Kompilasi program tersebut dengan menekan  Alt+F9 dan jalankan
program tersebut dengan menekan  Ctrl+F9, kemudian amati hasilnya
bila dimasukkan masukan tertentu.
Sekarang simpan program tersebut dengan memilih menu  File lalu
pilih Save. Simpan dengan nama Prak1_01.PAS.
Kemudian coba lakukan kompilasi ke pengingat bantu. Hasil dari
kompilasi ke pengingat bantu ini adalah sebuah berkas  bernama
Prak1_01.EXE.
Berikut ini akan diperkenalkan penggunaan konstanta dalam
program. Salinlah program berikut ini :
program P0102;
{  program untuk Menghitung Luas  Lingkaran }
uses Crt;
const
phi=3.14159;
var
luas, jejari: Real;
begin
Writeln(‘Program Menghitung Luas Lingkaran ‘);
Writeln(‘******************************************’);
Write(‘Masukkan Jari-jari Lingkaran : ‘);
Readln(jejari);
luas := phi * sqr(jejari);
Writeln(‘Luas Lingkaran adalah : ‘, round(luas));
Readln;
end.
Kompilasi dan jalankan program tersebut, kemudian amati hasilnya
bila dimasukkan masukan tertentu. Apa yang terjadi bila nilai jejari sama
dengan nol? Apa pula yang terjadi jika nilai jejari diisi dengan huruf?
Untuk lebih memahami pendeklarasian dari  type,  konstanta dan
variabel serta penggunaannya dalam pembuatan  statement, salinlah
program di bawah ini
program P0103; Modul 1  – Struktur Dasar Bahasa Pascal   1-8
{  program untuk Menampilkan Biodata Diri }
uses Crt;
type
str10 = string[10];
const
koma=’,’;
var
nama1,nama2 : str10;
alamat : string;
usia ,thn_lhr,thn_skr: Integer;
begin
Write(‘Masukkan Nama Depan  : ‘);
Readln(nama1);
Write(‘Masukkan Nama Belakang  : ‘);
Readln(nama2);
Write(‘Masukkan Alamat : ‘);
Readln(alamat);
Write(‘Masukkan Tahun Lahir : ‘);
Readln(thn_lhr);
Write(‘Masukkan Tahun Sekarang : ‘);
Readln(thn_skr);
usia := thn_skr – thn_lhr;
Writeln;
Writeln(‘=== BIODATA DIRI ===’);
Writeln(nama2,koma,nama1);
Writeln(alamat);
Writeln(usia,’ tahun’);
Readln;
end.
Kompilasi dan jalankan program di  atas. Amati keluaran yang
dihasilkan dan pahami logikanya. Pada penghitungan usia jelas bahwa
peubah yang berada pada ruas kiri suatu pernyataan pemberian akan
berubah nilainya sesuai dengan nilai ungkapan yang berada di ruas
kanannya.

Mengetikkan  coding dengan menggunakan struktur kendali  if dan  case,
menjalankannya, dan menganalisa hasil.
Pengenalan Pernyataan Kendali (Conditional Statement)
truktur kendali aliran adalah suatu bentuk/struktur yang memiliki
peranan khusus  untuk mengatur aliran urutan pengerjaan operasi
atau beberapa operasi tertentu.
Pernyataan kendali terbagi  menjadi dua, yaitu pernyataan  if dan
pernyataan case.
Pernyataan If (If Statement)
ernyataan  if (if  statement) akan memeriksa suatu persyaratan dan
menentukan  apakah syarat tersebut benar atau salah, kemudian
melakukan pekerjaan sesuai dengan nilai pernyataan tersebut.
Berikut adalah bentuk-bentuk dari pernyataan  if yang sering
digunakan :
1.  If dengan satu pernyataan (statement)
S
P Modul 2 – Struktur Kendali Aliran  2-11
If (kondisi) then pernyataan ;
2.  If dengan dua atau lebih pernyataan (statement)
If (kondisi) then
begin
pernyataan1 ;
pernyataan2 ;
…..
end;
3.  If dan else
If (kondisi) then
begin
pernyataan1 ;
pernyataan2 ;
…..
end
else
begin
pernyataan1 ;
pernyataan2 ;
…..
end;
Dari bentuk bentuk pernyataan  if di atas yang harus diperhatikan
adalah untuk pernyataan  if dan else, pernyataan-pernyataan setelah then
tanpa menggunakan “;”. Dengan kata lain jika pernyataan setelah then
hanya terdiri dari satu pernyataan saja makan pernyataan tersebut tanpa
menggunakan “;”, namun jika pernyataan setelah then terdiri dari lebih
dari satu pernyataan makan setelah end tanpa menggunakan “;”.
Program Sederhana dengan Pernyataan Kendali If.
Berikut contoh program sederhana untuk menghitung luas segitiga dan
lingkaran. Yang mana perhitungan luas dua buah bangun tersebut
digabung menjadi satu program, dan pemakai dapat memilih masalah
mana yang akan dipecahkan.
Sebagaimana diketahui untuk menghitung luas segitiga adalah
dengan :
L=1/2 . a . t
Dan luas lingkaran adalah dengan :
L=? . r. r
Untuk lebih jelasnya salin program berikut :
program P0201;
var Modul 2 – Struktur Kendali Aliran  2-12
alas, tinggi, jejari, luas: Real;
pilih: Integer;
begin
Writeln(‘1. Segitiga   2. Lingkaran’);
Readln(pilih);
if pilih = 1 then
begin
Readln(alas, tinggi);
luas := 1 / 2 * alas * tinggi;
Writeln(‘Luas Segitiga : ‘, luas);
end
else
begin
Readln(jejari);
luas := pi * Sqr(jejari);
Writeln(‘Luas Segitiga : ‘, luas);
end;
Readln;
end.
Jalankan program tersebut. Pada program tersebut disajikan dua
macam pilihan kepada pemakai untuk menghitung luas segitiga atau
luas lingkaran. Peubah pilih digunakan untuk pemakai guna
menentukan pilihannya.
Pernyataan Case (Case Statement)
ernyataan case (case statement) berisi ungkapan pemilih  (selector) dan
sederetan pernyataan yang  masing-masing diawali  dengan satu
atau lebih tetapan (case constant)  atau dengan kata kunci else.
Semua tetapan  case harus khas dan tipe berurutan yang digunakan
harus sesuai dengan tipe pemilih.
Sama halnya dengan pernyataan  if, pada pernyataan  case jika
pernyataan yang akan dijalankan lebih dari satu pernyataan maka
sebelum pernyataan-pernyataan tersebut harus diawali dengan  begin
dan diakhiri dengan end.
Berikut  bentuk pernyataan case :
case <peubah> of
tetapan1: pernyataan1;
tetapan2: begin
pernyataan1;
pernyataan2;

end;
tetapan3, tetapan4: pernyataan1;
tetapan5 .. tetapan8: pernyataan1;
else  pernyataan1;
P Modul 2 – Struktur Kendali Aliran  2-13
end;

Program Sederhana dengan Pernyataan Kendali Case.
Dengan contoh program yang sama untuk versi penyataan case dapat
dilihat pada program di bawah ini :
program P0202;
var
alas, tinggi, jejari, luas: Real;
pilih: Integer;
begin
Writeln(‘1. Segitiga   2. Lingkaran’);
Readln(pilih);
case pilih of
1: begin
Readln(alas, tinggi);
luas := 1 / 2 * alas * tinggi;
Writeln(‘Luas Segitiga : ‘, luas);
End;
2: begin
Readln(jejari);
luas := pi * Sqr(jejari);
Writeln(‘Luas Segitiga : ‘, luas);
end;
end;
Readln;
end.
Dari bentuk-bentuk struktur kendali yang telah dijelaskan di atas
dapat terjadi dimana struktur kendali tertentu berada pada struktur
kendali  yang lain, yang dikenal dengan struktur kendali bersarang.
Misalnya didalam pernyataan  if   terdapat pernyataan  if lagi atau dalam
pernyataan case terdapat pernyataan if dan seterusnya.
Untuk lebih jelasnya salin program berikut :
program P0203;
var
nama, alamat: string;
nrp: string[8];
keterangan: string[2];
grade, pilih: Char;
nilai: Integer;
begin
Writeln(‘1. Memasukkan data mahasiswa  2. Keluar’);
Write(‘Pilihan Anda : ‘);
Readln(pilih);
case pilih of
‘1’: begin Modul 2 – Struktur Kendali Aliran  2-14
Write(‘Masukkan Nama Anda : ‘);
Readln(nama);
Write(‘Masukkan NRP Anda : ‘);
Readln(nrp);
Write(‘Masukkan Alamat Anda : ‘);
Readln(alamat);
Write(‘Masukkan Nilai Anda : ‘);
Readln(nilai);
{menentukan program studi}
if (copy(nrp, 3, 2)=’11’) then
keterangan := ‘S1′
else
if (copy(nrp, 3, 2)=’31’) then
keterangan := ‘D3’;
{menentukan grade}
if (nilai >= 80) then
grade := ‘A’
else
if (nilai >= 70) then
grade := ‘B’
else
if (nilai >= 60) then
grade := ‘C’
else
grade := ‘D’;
Writeln(‘Data mahasiswa yang diinputkan’);
Writeln(‘Nama : ‘,nama);
Writeln(‘NRP : ‘,nrp);
Writeln(‘Program Studi : ‘,keterangan);
Writeln(‘Alamat : ‘,alamat);
Writeln(‘Nilai : ‘,nilai);
Writeln(‘Grade : ‘,grade);
end;
‘2’: begin
Writeln(‘Anda mengakhiri program !’);
Exit;
end;
else
begin
Writeln(‘Pilihan Anda salah !’);
Exit;
end;
end;
Readln;
end. Modul 2 – Struktur Kendali Aliran  2-15
Latihan
Latihan 2.1
Ubah program P0203, tambahkan sehingga :
·  nilai yang diinputkan ada tiga macam yaitu : nilai Tugas, nilai UTS
dan Nilai UAS.
·  Untuk perhitungan grade didapatkan dari nilai akhir dengan
perhitungan :
·  Nilai akhir = (2 * nilai UAS + nilai Tugas + nilai UTS) / 4
·  Data mahasiswa yang ditampilkan dalam huruf besar, meskipun
dalam pengisian awal menggunakan huruf kecil.
·  Tampilkan juga apakah mahasiswa tersebut LULUS atau TIDAK
LULUS dengan ketentuan jika grade dari mahasiswa “D” maka ia
TIDAK LULUS selain itu maka ia LULUS.
Latihan 2.2
Tambahkan dari program no. 1 username dan password,  sehingga ketika
pengguna mengisi data  username dan  password, dan jika tidak sesuai
dengan yang ada pada listing maka pemakai tidak dapat melakukan
proses selanjutnya, dan munculkan teks “username atau password yang
Anda inputkan salah !!”
Struktur Perulangan
Bila diberikan kasus sederhana yang memerlukan alur berulang, mahasiswa akan mampu
membuat program untuk memecahkan kasus tersebut dalam Bahasa Pascal, untuk setiap
perulangan.
Persiapan
Menjalankan Program Turbo Pascal, mengikuti percobaan yang
diberikan sesuai dengan urutannya. Mengerjakan latihan-latihan yang
diberikan.
Pekerjaan
Mengetikkan  coding dengan menggunakan struktur perulangan   repeat,
while, dan for, menjalankannya, dan menganalisa hasil.
Pengenalan Pernyataan Perulangan (Loop Statement)
ernyataan Perulangan memiliki tiga pernyataan, repeat, while, dan for.
Pernyataan perulangan dipakai untuk melakukan proses berulang
terhadap pernyataan sederhana atau pernyataan terstruktur.
Pernyataan Repeat (Repeat Statements)
ernyataan  repeat (repeat statements) digunakan untuk melakukan
perulangan terhadap suatu pernyataan, dimana proses pemeriksaan
syaratnya berada pada akhir pernyataan  repeat tersebut. Pernyataan-
pernyataan yang ada pada repeat akan dijalankan (diulang terus) sampai
kondisi yang diseleksi di until tidak terpenuhi.
P
P Modul 3 – Struktur Perulangan  3-18
Pernyataan While (While Statements)
ernyataan  while (while  statements) hampir sama dengan pernyataan
repeat, dengan sedikit perbedaan bahwa pernyataan while melakukan
pengujian syarat pada awal proses berulang (pernyataan  repeat
melakukannya di akhir proses).
Pengujian awal digunakan untuk agar program dapat menyeleksi
kondisi, sehingga program dapat menentukan tindakan apa yang harus
dikerjakan, tergantung dari kondisi yang diseleksi tersebut. Pada
pernyataan-pernyataan yang ada pada while tidak akan dijalankan jika
kondisi tidak terpenuhi.
Pernyataan For (For Statements)
ernyataan  for (for  statements) juga digunakan untuk melakukan
proses perulangan. Hanya saja proses perulangan pada pernyataan
for langsung dikendalikan oleh suatu peubah yang disebut peubah
kendali  (control  variables) yang harus bertipe berurutan. Jadi pada
pernyataan for pada dasar sudah diketahui jumlah perulangannya.
Perulangan dengan pernyataan for dapat berupa perulangan positif (‘to’)
dan perulangan negatif (‘downto’).
Jika pernyataan yang akan mengalami perulangan lebih dari satu
pernyataan, maka harus diawali dengan begin dan diakhiri dengan end;.
Pengendalian Perulangan
dakalanya pemrogram menginginkan suatu keadaan dimana dalam
proses perulangan, perulangan dapat dihentikan  atau dilanjutkan
tanpa selalu harus melalui pengujian syaratnya. Untuk keperluan itu,
Pascal telah menyediakan dua prosedur bawaan, yaitu  Break dan
Continue.
Untuk menghentikan proses perulangan ketika proses belum
mencapai pengujian syaratnya, dapat digunakan prosedur  Break.
Sedangkan untuk meneruskan proses perulangan ke proses selanjutnya
ketika proses belum mencapai pengujian syaratnya, dapat digunakan
prosedur Continue.
Program Sederhana dengan Pernyataan Perulangan
Berikut ini akan disajikan pemecahan masalah menggunakan  struktur
perulangan.
Contoh yang disajikan adalah membalik sebuah untai karakter yang
dimasukkan pemakai dan menampilkan hasilnya. Algoritma yang
P
P
A Modul 3 – Struktur Perulangan  3-19
digunakan  adalah dengan memasukkan satu demi satu  karakter ke
dalam suatu peubah hasil dengan urutan dari depan ke belakang, yang
diambil dari peubah masukan dengan urutan yang berlawanan. Peubah
hasil adalah yang akan ditampilkan.
Salin program berikut ini :
program P0301;
var
I, Panjang: Integer;
Kata, Balik: string;
begin
Writeln(‘Balik Kalimat’);
Writeln(‘=============’);
Write(‘Masukkan kalimat : ‘);
Readln(Kata);
Panjang := Length(Kata);
Balik := ”;
for I := Panjang downto 1 do
Balik := Balik + Kata[I];
Writeln(‘Hasil pembalikannya : ‘, Balik);
Readln;
end.
Berikut contoh program untuk menampilkan bilangan genap dari 2
sampai dengan 100. Salin program berikut :
program P0302;
var
i: Integer;
begin
Writeln(‘Bilangan genap’);
i := 1;
repeat
Inc(i);
if i mod 2 = 0 then Write(i:4);
until (i=100);
Readln;
end.
Sama halnya dengan struktur kendali yang telah dibahas
sebelumnya, pada struktur perulangan dapat terjadi kasus dimana di
dalam struktur perulangan tertentu terdapat struktur perulangan yang
lain dan seterusnya. Program berikut akan  menerapkan struktur
perulangan dengan menggunakan while. Salin program berikut :
program P0303;
var
i, j: Integer;
M: Char;
begin   Modul 3 – Struktur Perulangan  3-20
Write(‘Masukkan sembarang karakter : ‘);
Readln(M);
i := 1;
while i <= 10 do
begin
j := 1;
while j <= i do
begin
Write(M);
Inc(j);
end;
Writeln;
Inc(i);
end;
Readln;
end.
Salin program berikut :
program P0304;
uses Crt;
var
Hasil: Real;
I, pilih, A, X, N: Integer;
Status: Boolean;
begin
Repeat
Clrscr;
Writeln(‘1. Pemangkatan  2. Faktorial  3. Keluar’);
Write(‘Masukkan Pilihan Anda : ‘);
Readln(pilih);
case pilih of
1 : begin
Write(‘Masukkan Sembarang angka : ‘);
Readln(X);
Write(‘Akan dipangkatkan berapa : ‘);
Readln(A);
Hasil := 1;
for I := 1 to A do Hasil := X * Hasil;
Writeln(‘Jadi ‘, X,’ dipangkatkan ‘, A,’ : ‘,
Hasil:5);
Status := False;
end;
2 : begin
Write(‘Masukkan Sembarang angka : ‘);
Readln(N);
if N <= 1 then Hasil := 1
else
begin
Hasil := 1;
for I := 2 to N do Hasil := Hasil * I; Modul 3 – Struktur Perulangan  3-21
end;
Writeln(‘Jadi factorial ‘, N,’ (‘, N,’!) : ‘,
Hasil:5);
Status := False;
end;
3 : Status := True;
else
begin
Writeln(‘Pilihan Anda salah !’);
Status := True;
end;
end;
Readln;
until Status;
end.

Prosedur dan Fungsi
·  Praktikan mengerti tentang prosedur dengan parameter dan prosedur tanpa parameter.
·  Praktikan mengerti tentang fungsi dengan parameter dan fungsi tanpa parameter.
·  Praktikan mengerti tentang penggunaan variable global dan variable lokal.
·  Praktikan mampu membuat program yang berisi prosedur dan fungsi
TEORI
rogram Pascal akan menjadi mudah dibuat jika ditulis dalam
bentuk modul-modul. Sistem modul ini memiliki beberapa
keuntungan, diantaranya :
·  untuk langkah-langkah yang sering dilakukan (bukan
perulangan), akan terhindar dari pembuatan pernyataan-
pernyataan yang sama.
·  Suatu modul program hanya sekali ditetapkan dan dapat
dipanggil dari beberapa tempat dalam program. Sekumpulan
data yang berbeda juga dapat diproses setiap kali modul tersebut
dijalankan.
Dengan menggunakan sistem modul ini panjang program akan dapat
dikurangi. Dalam pascal terdapat dua tipe modul, yaitu prosedur dan
fungsi  (procedures  and  functions). Dua tipe modul program ini sama,
P Modul 4 – Prosedur dan Fungsi  4-24
hanya cara pemanggilannya berbeda, dan memberikan informasi
dengan cara yang berbeda. Pada praktikum-praktikum sebelumnya telah
digunakan beberapa prosedur bawaan, misalya Write, Writeln, Read   dan
Readln, serta Fungsi bawaan, misalnya, Odd, Sqr, dll.
Prosedur  (Procedures) memiliki struktur yang sama dengan struktur
program, yaitu terdiri dari nama prosedur, pengumuman-pengumuman
atau deklarasi (kecuali pengumuman  uses), dan bagian utama
(pernyataan) dari prosedur tersebut. Di dalam prosedur juga
dimungkinkan terdapat prosedur (atau fungsi) lainnya, sehingga dapat
disebut dengan prosedur bersarang (nested procedures).

Fungsi  (functions) hampir sama dengan prosedur, dengan sedikit
perbedaan bahwa nama fungsi sekaligus berfungsi sebagai suatu
ungkapan (pada blok pemanggil fungsi tersebut). Sehingga setiap fungsi
harus diumumkan tipe datanya.

Percobaan
Perhatikan dan salinlah program di bawah ini :
program P0401;
{  Contoh Program pembuatan Prosedur  }
uses Crt;
var
A,B: Integer;        {  variable global  }

{ Prosedur mencari nilai maximum }
procedure Maximum;
var
max : Integer;        {  variable lokal  }
begin
if A > B then
max := A
else
max := B;
PROCEDURE nama(daftar_parameter)
Bagian deklarasi / pengumuman;
Bagian pernyataan;
FUNCTION nama_fungsi(daftar_parameter ): tipe;
Bagian deklarasi / pengumuman;
Bagian pernyataan; Modul 4 – Prosedur dan Fungsi  4-25
Writeln(‘Angka Terbesar adalah : ‘,max);
end;      {  Akhir Prosedur  }

{ Program Utama }
begin
ClrScr;
Write(‘Masukkan angka Pertama : ‘);
Readln(A);
Write(‘Masukkan angka Kedua : ‘);
Readln(B);
while A <> 0 do
begin
Maximum;               {  pemanggilan prosedur  }
Readln(A,B);
end;
end.
Kompilasi dan jalankan program tersebut. Prosedur Maximum
berfungsi untuk menentukan nilai maksimum dari 2 buah bilangan
bulat. Program tersebut merupakan contoh penerapan pembuatan
prosedur tanpa parameter. Amati nilai yang dihasilkan jika dimasukkan
data tertentu.
Untuk lebih memahami tentang fungsi, salinlah program di bawah
ini :
program P0402;
{  Contoh Program pembuatan Fungsi  }
uses crt;
var
A,B : integer;             {  variable global  }

{ Fungsi menentukan nilai Faktorial }
function Faktorial(N: Integer) : LongInt;
var
faktor, Hasil : integer;    {  variable lokal  }
begin
if  N <=1  then
faktorial :=1             {Pengembalian nilai }
else
begin
Hasil :=1;
for faktor := 2 to N do Hasil := Hasil * Faktor;
Faktorial := Hasil;        { Pengembalian nilai }
end;

{  Program Utama   }
begin
ClrScr;
Write(‘Masukkan sembarang bilangan : ‘);
Readln(A); Modul 4 – Prosedur dan Fungsi  4-26
B:= faktorial(A);            { pemanggilan fungsi }
Writeln(‘Faktorial ‘,A,’ : ‘,B);
Readln;
end.
Kompilasi dan jalankan Program tersebut. Program tersebut
menerapkan penggunaan fungsi. Fungsi Faktorial hanya memakai
parameter nilai, dan karena sebuah fungsi, maka memiliki nilai
kembalian. Sehingga pemanggilan nama fungsi tersebut dapat berperan
seperti ungkapan.
Untuk lebih memahami prosedur, salinlah program di bawah ini :
program P0403;
uses Crt;

var
A: integer;

Procedure Flip(N:Integer); forward;

Procedure Flop(N:Integer);
begin
Writeln(‘Flop’);
If N > 0 then Flip(N – 1);
end;

Procedure Flip(N:Integer);
begin
Writeln(‘Flip’);
If N > 0 then Flop(N – 1);
end;

begin
ClrScr;
Write(‘Masukkan Banyak kata : ‘);
Readln(A);
A := A – 1;
Flip(A);
Readln;
end.
Kompilasi dan jalankan program tersebut lalu amatilah hasilnya.
Prosedur Flip dan Prosedur Flop di atas menampilkan kata ‘Flip’ dan
‘Flop’ secara bergantian sesuai dengan inputan banyak kata.
Deklarasi forward digunakan untuk mendeklarasikan Prosedur Flip di
atas prosedur Flop, sehingga pada saat prosedur Flop dijalankan dan
prosedur Flip dipanggil, prosedur Flip dapat dikenali. Modul 4 – Prosedur dan Fungsi  4-27
Array
Praktikan mengerti struktur data dengan menggunakan banyak variable dengan tipe data
yang sama.
Persiapan
Menjalankan program Pascal, mengikuti percobaan yang diberikan
sesuai dengan urutannya. Mengerjakan Latihan-latihan yang diberikan
dan pelajari bab Procedure dan Function.
Pekerjaan
Mengetikkan program sederhana dengan menggunakan  type,  constanta
dan variable yang dikombinasikan dengan array seperti pada percobaan.
TEORI
rray merupakan struktur data yang statis, yaitu jumlah elemen yang
ada harus ditentukan terlebih dahulu dan tak bisa di ubah saat
program berjalan. Untuk menyatakan  array dalam  PASCAL kita harus
terlebih dahulu:
·  Mendefinisikan jumlah elemen array,
·  Mendefinisikan tipe data dari elemen array
Contoh :
const
N=10;
type
A= array [1..N] of integer;

A Modul 5 – Array  5-30
Array Satu Dimensi
Pendefinisian array secara umum adalah sebagai berikut: jika kita ingin
membuat beberapa  array dengan tipe/jenis yang sama, kita lebih baik
jika mendeklarasikan dengan type selanjutnya dengan deklarasi var.
type
nama_array = ARRAY[bawah..atas] of tipe_data;
var
variabel_array : nama_array;
atau dengan menggunakan statement var :
var
variabel_array : ARRAY[bawah..atas] of tipe_data;
Penjelasan: Bawah dan Atas menyatakan batas untuk array. tipe_data
adalah merupakan tipe  variabel yang dipunyai  array (mis.  Integer,  char,
real, dsb)

Array Multidimensi
Dalam  array  multidimensi terdiri atas baris  (row) dan kolom  (column).
Index pertama adalah baris dan yang kedua adalah kolom .
Type nama_array =ARRAY[bawah..atas, bawah..atas] of tipe_data;
var variabel_array : nama_array;
atau dengan menggunakan statement var :
var variabel_array : ARRAY[bawah..atas, bawah..atas] of
tipe_data;

Percobaan
Salinlah program berikut ini :
program P0501;
{Program Array menggunakan 1 dimensi}
uses Crt;
var
a: array[1..10] of byte;{maksimum jumlah elemen=10}
begin
a[1]:=10;
a[2]:=15;
a[3]:=a[1]+a[2];
Writeln(a[1]);
Writeln(a[2]);  Modul 5 – Array  5-31
Writeln(a[3]);
end.
Kompilasi program tersebut dengan menekan  Alt+F9 dan jalankan
program tersebut dengan menekan  Ctrl+F9, kemudian amati hasilnya
bila dimasukkan masukan tertentu.
Sekarang simpan program tersebut dengan memilih menu  File lalu
pilih Save. Simpan dengan nama Prak5_01.PAS.
Berikut ini akan diperkenalkan array 1 dimensi dengan menggunakan
for..do. Salinlah program berikut ini :
program P0502;
uses crt;
const
N=10;
type
int_array= ARRAY [1..N] of integer;
var
bil : int_array;
indeks : integer;
begin
writeln(‘masukkan sepuluh bilangan integer.’);
for indeks := 1 to 10 do
begin
readln(bil[indeks]);
end;
writeln(‘Isi dari array ini adalah’);
for indeks := 1 to 10 do
begin
writeln(‘bil[‘, indeks:2,’] adalah ‘,bil[indeks] );
end
end.
Kompilasi dan jalankan program tersebut, kemudian amati hasilnya
bila dimasukkan 10 nilai tertentu.
Untuk lebih memahami pendeklarasian dari  type,  konstanta dan
variabel dalam array lebih lanjut serta tingkatan array yang lebih banyak
lagi, salinlah program array multidimensi di bawah ini
program P0503;
uses crt;
const
kolom = 3;
baris = 3;
type
matriks = ARRAY [1..baris, 1..kolom] of integer;
var
AKU: matriks; Modul 5 – Array  5-32

procedure ISI_MATRIK(m,n:integer);
var
i,j: integer;
begin
for i:=1 to m do
begin
for j:=1 to n do
begin
read(AKU[i,j]);
end;
readln ;
end;
end;

procedure TULIS_MATRIK(m,n:integer);
var i,j: integer;
begin
for i:=1 to m do
begin
for j:=1 to n do
begin
write(AKU[i,j]:6);
end;
writeln ;
end;
end;

begin
clrscr;
isi_matrik(kolom,baris);
tulis_matrik(kolom,baris);
end.
Kompilasi dan jalankan program di atas.  Amati hasil dari program
tersebut, program diatas digabung dengan 2 procedure. Procedure pertama
untuk mengisi nilai matrik, dan  procedure yang kedua untuk menulis
hasil dari nilai matrik yang sudah diisikan.

RECORD

Sebuah  record rekaman disusun oleh beberapa  field. Tiap  field berisi
data dari tipe dasar / bentukan tertentu.  Record mempunyai
kelebihan untuk menyimpan suatu sekumpulan elemen data yang
berbeda-beda tipenya (di banding array).
Cara pendeklarasian dari record adalah sbb:
·  Mendefinisikan tipe dari  record (jumlah  field, jenis tipe data yang
dipakai),
·  Mendefinisikan variabel untuk dilakukan operasi.
Syntax
type
nama_record = record
identifier_1 : tipe_data_1;
:
:
S Modul 6 – Record  6-35
identifier_n : tipe_data_n;
end;
var
variabel : nama_record;
Contoh :
type
Data_mahasiswa = record
Nama : string;
Usia : integer;
Kota : string;
Kodepos : integer;
end;
Var
x: Data_mahasiswa;

Percobaan
Salinlah program berikut ini :
Cara mengacu pada tiap field pada record pada contoh di atas adalah
sbb:
x.Nama
x.Usia
x.Kota
x.Kodepos
program P0601;
type
tanggal = record
bulan, hari, tahun: integer;
end;
var
waktu: tanggal;
begin
waktu.hari :=25;
waktu.bulan:=09;
waktu.tahun:= 1983;
Writeln(‘hari ini adalah
‘,waktu.hari,’:’,waktu.bulan,’:’,waktu.tahun)
end.
Berikut ini akan diperkenalkan record dengan menggunakan array.
Salinlah program berikut ini :
program P0602;
const Modul 6 – Record  6-36
N = 2;
type
data = record
nrp : string[8];
nama : string[20];
end;
var
mhs : array [1..N] of data;
begin
mhs[1].nrp := ‘00112398’;
mhs[1].nama := ‘Eko Agung W’;
mhs[2].nrp := ‘03113551’;
mhs[2].nama := ‘Ni Luh’;
Writeln(mhs[1].nrp);
Writeln(mhs[1].nama);
Writeln(mhs[2].nrp);
Writeln(mhs[2].nama);
end.
Program diatas telah menggunakan record dikombinasi dengan array,
bertujuan untuk mengisi data lebih dari satu. Kemudian salinlah
program yang dibawah ini yang sudah dikombinasikan dengan
perulangan untuk mempermudahkan menginput dan menampilkan
data.
program P0603;
const
N = 2;
type
tmhs = record
nim : string[11];
nama : string[30];
alamat : string;
end;
var
datamhs: array[1..N] of tmhs;
i, j: integer;
begin
for i:= 1 to N do
begin
with datamhs[i] do
begin
Write(‘NIM    : ‘);
Readln(nim);
Write(‘NAMA   : ‘);
Readln(nama);
Write(‘ALAMAT : ‘);
Readln(alamat);
end;
end;
for j:= 1 to N do Modul 6 – Record  6-37
begin
Writeln(‘NIM    : ‘,datamhs[j].nim);
Writeln(‘NAMA   : ‘,datamhs[j].nama);
Writeln(‘ALAMAT : ‘,datamhs[j].alamat);
end;
readln;
end.
Kompilasi dan jalankan program di atas.  Amati hasil dari program
tersebut. Dengan dikombinasikan perulangan program tersebut akan
lebih baik lagi. Biasanya perulangan disini untuk pencarian data.
Latihan
Latihan 6.1
Buatlah 2 procedure untuk menginput data dan menampilkan data pada
program P0603 diatas.
Laporan
Laporan 6.1
Buatlah kesimpulan dari kegiatan praktikum 6 ini.
Laporan 6.1
Jelaskan tentang field dan record.
Laporan 6.1
Buatlah program penyusunan data dengan teknik bubble sort.
P Pr ra ak kt ti ik ku um m
7
Unit
Tujuan:
·  Bila terdapat prosedur, fungsi, tipe data, peubah, atau tetapan yang dipakai pada lebih dari
satu program, mahasiswa akan mampu memilih, menuliskan ke dalam unit, mengkompilasi
unit, serta menggunakan unit tersebut..
Persiapan
Menjalankan Program Turbo Pascal, mengikuti percobaan yang
diberikan sesuai dengan urutannya. Mengerjakan latihan-latihan yang
diberikan.
Pekerjaan
Mengetikkan coding, menjalankannya, dan menganalisa hasil.
Pengenalan Unit
nit adalah sebuah penerapan pemrograman modularitas pada Turbo
Pascal. Setiap unit mirip seperti program Pascal yang terpisah, dan
merupakan kumpulan tetapan, tipe data, peubah, prosedur dan fungsi.
Dengan memakai unit-unit yang diperlukan saja, maka akan sangat
menghemat pengingat pada waktu program itu dijalankan.
Secara singkat dapat dikatakan bahwa unit merupakan suatu
kepustakaan pengumuman  (declaration library) yang dapat digunakan
oleh program (atau unit yang lain) yang menggunakannya.
Turbo Pascal 7.0 menyediakan delapan unit bawaan yang dapat
langsung digunakan. Enam diantaranya adalah unit  System,  Overlay,
Graph, DOS, CRT, dan  Printer dapat digunakan  secara langsung. Dua
yang lainnya, Turbo3 dan Graph3 disediakan untuk kesesuaian program
dengan Turbo Pascal versi 3. Semua unit bawaan tersebut telah dijadikan
satu di dalam berkas  TURBO.TPL-kecuali  Graph,  Graph3 dan  Turbo3-
U Modul 7 – Unit  7-39
dan dapat digunakan secara langsung tanpa membutuhkan  berkas
unitnya.
Pembuatan Unit Sederhana
Berikut ini akan disajikan  contoh-contoh pembuatan unit-unit
sederhana, yang nantinya akan dapat digunakan oleh program-program
lainnya.
Salin berikut ini :
unit U0701;

interface
function CekSandi(Kata, Password: string): Boolean;

implementation
function CekSandi(Kata, Password: string): Boolean;
begin
if Kata=Password then
CekSandi := True
Else
CekSandi := False;
end;

end.
Kemudian simpan program tersebut di atas dengan nama yang sama
dengan nama unitnya. Untuk pemanggilan unit di ketikkan setelah kata
kunci Uses.
Kompilasi unit tersebut di atas (ingat, selalu kompilasi unit ke
pengingat tambahan  (compile  to  disk)). Kemudian setelah dikompilasi,
salin program berikut ini :
program P0701;
uses
Crt, U0701;
var
Kata_sandi : string;
begin
Clrscr;
repeat
Write(‘Masukkan Password Anda !! : ‘);
Readln(Kata_sandi);
until CekSandi (Kata_sandi, ‘praktikan’);
Writeln;
Write(‘Password Anda Benar !!’);
Readln;
end. Modul 7 – Unit  7-40
Jalankan program tersebut dan amati hasilnya. Program tersebut
menggunakan unit U0701 dan unit U0701 itu harus sudah terkompilasi
pada berkas. Bila dijalankan, pernyataan-pernyataan antara  repeat
dengan  until pada program tersebut akan diulang terus hingga kata
sandi yang diketikkan adalah ‘praktikan’ dan CekSandi bernilai True.
File
Praktikan mengerti struktur data dengan menggunakan file (berkas).
Persiapan
Menjalankan program Pascal, mengikuti percobaan yang  diberikan
sesuai dengan urutannya. Mengerjakan Pahami array dan record di bab
sebelumnya.
Pekerjaan

Mengetikkan program sederhana dengan menggunakan type, constanta
dan variable yang dikombinasikan dengan array ditambahkan dengan
record seperti pada percobaan.
Teori
File Teks disusun sebagai runtunan beberapa baris .
·  Tiap baris terdiri dari runtunan karakter.
·  Tiap baris diakhiri oleh karakter khusus, yaitu END-OF-LINE
(EOLN) .
·  Karakter yang terakhir dari file teks adalah END-OF-FILE (EOF)
EOF adalah menerima argumen nama file dan menghasilkan nilai
true jika sudah tidak ada data yang bisa dibaca lagi. Dan EOLN adalah
menerima argumen nama file dan menghasilkan nilai true jika sudah
tidak ada lagi data yang bisa lagi dalam satu baris.
Untuk melakukan operasi pada file teks, kita perlu mendeklarasikan
suatu variabel dengan tipe teks seperti berikut:  Modul 8 –File  8-42
var
F : text;
F adalah sembarang variabel file teks dan readme adalah nama file teks
yang akan dibaca, pertama kita harus memanggilnya dengan fungsi:
assign(F,’README’);
Sebelum kita bisa membaca kita harus membuka file tersebut.
reset(F);
Kita bisa membaca file baris demi baris, misalkan dengan
menyatakan suatu variabel s sebagai string:
readln(F, s);
Setelah selesai membaca keseluruhan teks kita harus  menutupnya
dengan:
close(F);
Kita membuat suatu file teks dengan mengubah kata kunci :
reset(F);  menjadi  rewrite(F);
Kemudian: Gunakan  readln(F,s) untuk membaca file yang akan
dikopi dan  writeln(F,s) untuk menulis ke  file tujuan
(misal kita punya suatu file dengan path  ‘D:\file1.txt’) dan kita akan
memgkopinya ke file dengan path ‘D:\file1.txt’)
Untuk mengatasi  error pada pembacaan  file teks digunakan  error-
handling. yaitu :
{$I-} –> membuat Pascal stabil
: –> proses pada file
{$I+} –> deteksi terhadap error
Error dapat di deteksi dengan memanggil fungsi  IOResult. jika
IOresult adalah 0, maka tidak terjadi error.
Percobaan
Salinlah program berikut ini :
Membuat program file yang sederhana , tetapi sebelumnya anda
harus membuat file terlebih dahulu di “c:\test.txt”
program P0801;
type
coba = file of byte;
var
fcoba : coba;
i : byte;
begin
Assign(fcoba,’c:\test.txt’);
Reset(fcoba);
i:=1; Modul 8 –File  8-43
Write(fcoba,i);
Close(fcoba);
end.
Compile program tersebut, dan lihat hasil nya di “c:\test.txt”.
Berikut ini akan diperkenalkan program file dengan kompleks
dengan menggabungkan record:
program P0802;
type
mhs = record
nrp : string[8];
nama : string[20];
end;
var
fmhs : file of mhs;
tmhs : mhs;
begin
tmhs.nrp := ‘00112398’;
tmhs.nama := ‘Wiwien’;
Assign(fmhs,’c:\test.txt’);
Reset(fmhs);
Write(fmhs,tmhs);
Close(fmhs);
end.
Compile program tersebut dan lihat hasil nya di “c:\text.txt”
Kemudian salinlah program yang dibawah yang telah
dikombinasikan dengan record, array dan disimpan kedalam file.
program P0803;
const
N = 2;
type
tmhs = record
nrp : string[8];
nama : string[20];
alamat : string;
end;
dtmhs = array[1..N] of tmhs;
var
F : File of dtmhs;
datamhs : dtmhs;
i : integer;
begin
for i:= 1 to N do
begin
with datamhs[i] do
begin
Write(‘Masukkan NRP    : ‘); Modul 8 –File  8-44
Readln(nrp);
Write(‘Masukkan Nama   : ‘);
Readln(nama);
Write(‘Masukkan Alamat : ‘);
Readln(alamat);
end;
end;
Assign(F,’c:\test.txt’);
Rewrite(F);
Write(F,datamhs);
Close(F);

Assign(F,’c:\test.txt’);
Reset(F);
Read(F,datamhs);
Close(F);
for i : = 1 to N do
begin
Writeln(datamhs[i].nrp);
Writeln(datamhs[i].nama);
Writeln(datamhs[i].alamat);
end;
Readln;
end.

Tumpukan(Stack)



     
   



  


     
     
 
 

 
   





      
     
   
 

 







 







        
 
 
   
              
  

   


    


  
 




  







       
 
 
 
 


 
 

       
!  


  !”
 #$%&’







 
 

  







 
            
   

   
 
 
 
    








         




$%&






  




 
(

 

 

    
 
 
     
  


 
  

    



    

   

    


)
 
(
 


 
  
 

 
     
 
 





     

 

 
 


  


*


         
     


 

  


           
  



+ 
      
     


 


 ,

-    


 
-    

 


 
    -  .
 
 /

-     0
    
 
     -




     

     -  (

(


 
 +    -  

 











     

 










       !”#!

 /      
 
(

         

 
     
  
 
 
 

 

 
 



  

 

      

   
      
 
 
   
  



   
 
(

        

 

     -





     



 




 
 1    
    
  

       
 
  (

2 - 

 


         
 
 
   

 (
  


      
 


 
  
(

   






      “  ’ 
  

 
  
 %
   
   




 
   
  


  
 
   

 (

 






 

 

 3




 



!

”     #$
$% 

% &’#

( 

     & 
 

& 
 
      

 3
 & 


 
4
 

 )%’* +  ,
 
 -.
%/
(
 %





     




0+  ,

 + -.
%//,
(
 %





     



    
1”+  ,

 + -.
%//

,
(
, & 





5 4



  
 )%23+ 45  ,

 +1”,
 +6 3776,
 ’
 
 -.! -.
%”/4
 88+ -.
%,
(
(
6 & 




 4””45”
)%2%+  5 4,

 +0,%%#
 +6 3%%#76, ,
 ’
 
 –+ -.
%,
 4/ -.! -.
%”
 -.! -.
%”/
 (
(

    
 &%




 
    
  
(


 3
%

   


  
4


     





    

 -.
% 

  
 





 4  
-.0 

  
     

 3

4/9
23+45:,


          &%$%
& 
     


    

   




   
      
 0  


         
  
    

 3
#$’
3’/2%+:,
+6;3’#$’<653’,

    ‘ !$&(
)
        
 
        
 

 

 




 
  
 
 
      
  


 

     
 




 
 


 
  
 


 






 (

    

    

3
 “/7.’8”09’
 “/ 7 .’ 
 
 (
 
      

  “0 9 ’ 
  




    


     
   



3
 /7.809 
.80

 (

    





    



 

 


 
 
    

0 




   

 6

  


 



5 
 

          -     

 

  
 

  



 
 
 

 
  

 






 
 





     
 
 
:

- 


    -


 
 


     
 
 


 
    

  
     
  
  
 
 *
 $
-
; 





  








(

 
 

1
      
 
  
5 
 

          

    




(

.
 
(

 
    
 
 
5

 



53
 

5 1 
5
 /7. 7/.
 /7.907/.0
 “/7.’8”09’87/.90 
 /9.#”08<=’/#.80<=
 + 
 

 
 
 


 
  
5     
 
  
5  

 
 
5   


 


 
1
    4 
 ”

        
 >1+’    

   

     
    



 

 
5  
 
  
5



 
 
 
 
  




 

    

3
 “/7.’8”09’


 



     3
 ?/.7@8?0@






 ?/.7@

 ?0 @
A






2 






     
 
 
5

 3
 /.708
      

   
 


    


  

 
      

 (
 
     .
 

 
(

   
     

     
 
2 

 



5
(
 
5


5 1 
5
 /7.90 /.70
 “/7.’8”09’/.708
 /9.#”08<=’ /.0=<8#
 .
 

    


    
 



5
(

 
 
53 B
 . 

  
 



5 

  

 
(
 


  

+   

     



 (




   

3<  (8
 #  (7
9
  (
”  (C
 



D
+ (

    
    

 3
 >D?@
 4 

>*
>    3
 
3 




 
3      

 
  3  
 
 

 
 
 (


D E”E1( 
 E”E

  

    



   3 (
 
 
    ( > 








  ( (
 
          
 
*

(
 



F







>

(


 


>
    
 *


 



5       

 





 

 
    


 )
    


 

    


 







 



5
(

 
 
5
 “/7.’#””09’8=<%’
  
 
    

 



5 
   
(

 
  
5   

 (
 

 3

   




4

   
  
:
+ 
1 
5
G
4 

“ “  
/ “ / /
7 “7/
.  . /.
‘  7 /.7
# #  
“ #”
“ #””  H
0 #”” 0 /.70
 #””  
 #””  /.70
‘ #” /.70
8 #”8
= #”8= /.70=
< #”8< /.709=
% #”8<% /.70=%
‘ #”8< /.709=%<
 #”8 /.709=%<8
# 
 # /.709=%<8#
 
 

 

 


     -
 
 
5


3
“/7.’#””09’8=<%’
    
 /.709=%<8#

    * %
     
  
   
 

     
  


 






    
(
 
   

 
  $%& “  
 ’ 
 
 
 

 






(









    + (
 .              

 
2 
 
 


 
 





      




 
 .            



      
 





 
0
    3

 3     
:
     

3      
 



 
1
    4 
 
 
      
(
 
  
       I
, 4

           
  
 

 
     “





 ’        

  
1

     

 
(










0
    3

  3 

        

 
 1     


 



5
 

3”””7B’8″,”7H’
*
 
    
     “
’ 
      
 



5 
(
  
5





 ” 
‘J
$=#’#3-‘#3#3&’5
#$’%%4#
7



Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: